dibuku panduan tersebut terdapat susuanan dekanat, sesunan panitia, organisasi-organisasi dan penjelasan singkat mengnai tiap jurusan. tapi yang paling menarik itu adalah halaman belakang yang terdiri dari beberapa lagu anak FIB. lagu tsb selalu dinyanyikan saat PMB/ospek kemarin.
ini dia lagunya...
lagu ini menjelaskan tentang peraturan PMB itu sendiri. nada nya seperti lagu "oh ibu dan ayah selamat pagi ~" = "oh dewa dan dewi selamat pagi~
kami datang lagi membawa upeti~
rodam-rodam kami sesuka hati~
asal jangan sampai meninggal nanti~
gombali sang cami
tunjangi sang cama
itulah tandanya senior berbudi~
liriknya agak gimanaaa gitu ya...
lagu ini sering dinyanyikan saat baris pagi-pagi.
lagu kedua judulnya Darah Juang
lagu ini lebih serius, liriknya berupa sindiran halus. ada sedikit perbaikan lirik untuk disesuaikan dengan lirik turun temurun FIB. nadanya slow, dinyanyikan dengan tangan kiri ke atas seperti gerakan tangan "merdeka!" sampai lagunya selesai.
pertama kali dinyanyikan, banyak juga yang berlinang air mata, termasuk saya sendiri.
ketiga judulnya Buruh Tani dan keempat judulnya Orde Baru

lagu Buruh Tani memiliki nada lebih semangat dan ceria daripada lagu darah juang. nadanya sedikit lebih cepat dan bervariasi.
lagu Orde Baru nadanya seperti lagu anak-anak (maaf saya lupa liriknya)
kira-kira jedanya seperti ini:
orde baaaru, orde bobrok!
DPRrrrr nya, goblok-goblok
tak berani buka mulut yang keluar hanya kentut
dasar baaadut, badut gendut
liriknya berupa sindiran yang lebih tajam. saya deg-degan juga ngepost lagu ini, tapi yang namanya demokrasi, aspirasi rakyat bukan hal yang patut dipendam.
dan yang terakhir judulnya Totalitas Perjuangan
lagu ini jarang dinyanyikan, PMB kemarin, kami tidak menyanyikan lagu ini karena para senior juga kurang tahu nadanya. mungkin PMB tahun tahun yang lalu juga tidak dinyanyikan.itulah lagu-lagu yang ada di buku panduan PMB. maaf kalau gambarnya kurang jelas atau bukunya sedikit 'lecek', maklum waktu PMB buku itu di dalam tas goni. panas hujan kami lalui, becek pun kami duduki, jadilah bukunya seperti itu. hehe ^^
salam demokrasi !




No comments:
Post a Comment